air rahmat di penghujung november

sabtu sore ini awan hitam menggelayut di langit metropolis yang angkuh, tp sepertinya sang awan sedang tidak ingin membagi sedikit air rahmat dr Allah itu pada segelintir makhluk yg bercecer disecuil bagian bumi bernama jakarta ini. huuh... padahal aku selalu merindukan air rahmat - orang2 menyebutnya hujan- itu turun. Aku selalu merindukan suaranya mulai dr suara rintik sampai suara gemuruhnya .... melodi yg sangat indah. dan aku merindukan aroma tanah kering yg dibasuh oleh nya...
sayangnya hanya aku yg punya pikiran seperti itu di sini... terbukti saat aku berujar " hujaaann cepatlah turun" semua mata memandang kearahku dgn dahi berkerut... dasar orang2 aneh yg tdk mengerti indah nya hujan.
hari ini aku udah mulai -bongkar mesin- nih, utk memperbaiki 'onderdil dalam' ku yg udh mulai karatan semua.... aku mulai cek address book di HP ku .. melihat nama2 org2 yg tersimpan disana. hiiiiiiyyy ternyata byk bgt nama2 dan nomor2 yg tersimpan yg sdh teramat sangat jarang terjalin komunikasi dgn mereka. dan kubuka incoming message ku , kutemukan beberapa sms yg blm sempat terbalas krn kelalaian ku. perlahan hatiku di rasuki perasaan bersalah yg teramat sangat...
wajar jika teman2ku mulai melupakan aku karna aku tdk pernah memulai utk bersilaturahim lewat sms ataupun telp dgn mereka, bahkan pada mereka yg berinisiatif utk memulai silaturahim itu pun aku terkadang terlupa utk menyambungnya.... ya Allaahh... jahatnya aku.. egoisnya aku... aku terlalu sibuk dgn diriku sendiri... dengan aktivitasku sendiri.... Ampuni aku ya Allah.... maafkan aku teman2ku.....
untuk sedikit mengurangi rasa bersalahku aku memulai mengirim sms ke beberapa temanku utk sekedar menanyakan kabar mereka dan ternyata jawaban dr mereka semua hampir sama " wooooii kemane aje neeeng ga ada kabar beritanya " bahkan ada yg balas " maaf ini siapa ya?" hiks antara sedih dan geli ngebacanya.... walhasil hari ini aku menghabiskan waktu ku dgn sms2an, telp2an dan memberi komen2 di FS atau MP temen2 ku yg sdh sangat jarang aku lakukan ... sejenak abaikan pekerjaan yg ga bakalan ada habisnya ini, hari ini masa bodo dgn pendingan... hahahahha.... perlahan rasa bahagia mulai menelusup di dada, aku mulai menyambung silaturahim utk pencerahan jiwaku kembali...
tp sontak rasa bahagia itu menguap ketika aku telp salah satu sahabat terbaikku sejak smp dulu -namanya ice - yg ternyata sdg mengalami cobaan berat dlm rumah tangganya. Ya Allah... padahal beberapa minggu yg lalu dia sms aku tanya kabar ku dan aku -yg saat itu sdg berkutat dgn pendingan kerjaan- cuma sempat membalas dgn "alhamdulillah baik2, disana bagaimana?" , ice ga balas dan aku tdk tergerak sedikit pun utk menelpon nya. ternyata saat dia kirim sms itulah puncaknya dan dia membutuhkan teman utk bicara... Ya Allah... hatiku terkoyak-koyak, sahabat macam apa aku ini........
rasa bersalah mulai menghujam hujam hatiku
mendadak aku ingin segera terbang kesana memeluk sahabat masa kecil terbaikku dan ksatria kecilnya yg selalu ada dgn gagah berani menjaga dan melindungi bundanya.

maafkan aku.... maafkaaan ... karna aku tdk ada pada saat kamu membutuhkan aku...
awan hitam masih menggelayut dilangit metropolis........
perlahan 'air rahmat' itu turun juga...... tapi kali ini turun nya bukan membasahi gersangnya jakarta..... tp sapu tangan dekil milik suamiku tercinta yg selalu aku bawa kemanapun....
-penghujung november 08-

rasa bernama "kesal"

"kesel deh" , "bete amat", " sebeeeellll", "aaarrrrgggghhhh"......
kata2 diatas sering banget meluncur dari bibirku akhir2 ini. entah kenapa bibir ini jd gampang banget ngucapin kata2 itu... dibilang latah nggak juga... dibilang lagi ngetrend juga nggak...
gampang emosi... gampang marah.... gampang uring2an.... padahal nggak lagi 'dapet'... huh.... ada apa dengan ku??
aku mulai dibikin kesel (tuh kan .... keucap lagi) ama sifat ku akhir2 ini... karna aku mulai ga pandang bulu dalam melampiaskan kekesalan ku itu......
korbannya mulai dari suamiku... temen2 ku.... bahkan orang yg ga aku kenal tp "nyenggol" aku secara sengaja ataupun tidak sengaja (kata mereka siiihh)
aku mulai gerah ..... aaarrrrggghhhhh....
semalam aku mulai flash back hari2 ku minggu2 bahkan bulan2 belakangan ini..... mencoba mencari apa yg salah atau lebih tepatnya apa yang kurang sampai2 aku jd seperti sekarang.
dan aku menemukan banyak sekali jawaban2 yg aku rasa - paling tidak menjadi pemicu munculnya keanehan2an pada diriku, diantaranya:
1. Udah beberapa minggu ini aku tdk mendapat tausiah -hadiah istimewa- dr sahabat2ku... entah mereka lg sibuk atau apa aku ga tau... yg jelas tanpa tausiah sama sekali dalam seminggu ini aku merasa "haus" dan "kering" .... kemana engkau sahabat2ku??? hiks...hiks... kangen
2. udah 2 bulan belakangan aku tdk bersilaturahim kerumah org2 terdekat ku.... ibu mertuaku, pamanku, tanteku (biasanya sih kl libur pasti mengunjungi salah satu dari mereka).... bahkan udh seminggu aku ga nelpon mama dan papah ku di padang sana(biasanya 2 hari atau 3 hari sekali pasti nelpon)... ya Alllah... aku baru menyadarinya ketika tadi pagi mama nelpon nanya keadaan ku karna khawatir udh seminggu aku ga nelpon ngasi kabar.... (maafkan aku yah maaaa yah paaah..... ampuni aku ya Allah karna telah melalaikan kedua orang tuaku..... )
3. rutinitas pekerjaan kantor yg membuat aku bener2 merasa kehidupan ku udah kaya dejavu .... segala sesuatunya berulang2 sama persis dgn hari2 sebelumnya....
juga gara2 jobdesk kerjaan yg diberikan mulai keluar dr jalur yg disepakati.... intinya para atsan membuat peraturan baru atau merubah peraturan lama sekehendak mereka... tanpa memperhatikan aspirasi kami -aku dan teman2 pekerja lainnya-...
dan semua harus tunduk pada 2 point : point 1 , ATASAN selalu benar dan boleh ngelakuin apa aja, point ke 2 , jika ATASAN salah maka kembali ke point pertama.... benar2 tdk adil.
4. dua main targets yg aku canangkan di awal tahun 2008 masih belum tercapai - bahkan belum ada setengahnya - padahal ini udah mo tutup tahun..... aku bahkan udah menyusun target baru utk 2009.
target untuk segera mulai pembangunan rumah di kavling yang kami -aku dan suamiku- beli wal tahun 2008 terhalang karna gangguan2 tekhnis dr pihak developer dgn notaris dalam penyelesaian sertifikat dan IMB nya sampai akhirnya aku meminta semua berkasku dan mencari notaris lain utk mengurusnya, memang jdnya mengeluarkan biaya yg lebih besar tp yg penting sertifikat ku segera turun dan IMB ku segera di proses.......
dan yg kedua target utk segera membuka "d' ukhtiez, one stop shopping for muslimah" yg udah dari sebelum menikah aku program2 kan terhambat masalah dana..... huh sewa sepetak ruang ukuran 3x3 di jakarta hampir sama besarnya dgn cicilan rumah BTN type 36 perbulannya... ckckckck......
5. utk mencapai point no 4 diatas aku mulai kembali ke sifat workaholic-ku -ke aku yg dulu sebelum menikah- yg menyebabkan aku lebih memilih kerja 7 hari seminggu -dr pada berdiam diri dirumah atau bersilaturahim ke keluarga atau ke teman2 di jkt di hari liburku- utk mengisi pundi2 berlabel "rumah" dan "toko".
Aku bahkan mulai mengabaikan suamiku yg memang orangnya tdk pernah komplain -dan selalu berpikiran positif- terhadap semua yg aku lakukan and jalani. Selama hampir 2 tahun menikah, alhamdulillah belum sekalipun suamiku komplain ataupun marah (subhanallah ...... entah dr apa hatinya Engkau buat ya Allah) .... aku benar2 bersyukur Allah memberiku suami seperti Ichan -pangilan sayang ku utk suamiku- yg bisa menerima aku dgn segala ke'aneh'an pada diriku.
sepertinya lima point diatas adalah pemicu terbesar dlm perubahan emosi ku akhir2 ini....
huh .... harus segera "bongkar mesin" and di benerin dulu nih.... aku ga mau berlarut2 kaya gini...
-kaya orang yg ga iklash ngejalani hidup and jauuuuuhhh dari rasa syukur- :(
Ya Allaahhh ........ aku butuh 'obat' darimu........
'bersih' kanlah hatiku ya Allah..... jauhkanlah aku dr sikap kufur dan tidak beryukur
jauhkan aku dr sifat marah , iri dan dengki, sifat malas dan sifat lalai.....
Jangan tinggalkan aku ya Allah..... karna aku tdk akan pernah mampu berjalan tampa-MU
- aku rindu 'sentuhanMU ya Allah..... sentuh aku dgn cintaMU yaa rahmaan yaa rahiim-
bumi Allah
nov' 08

Berapa lama Kita dikubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.
Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965"
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu"
Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...
"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.
" Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung.
"Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... "
Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"
"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya.
Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.
"Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.
"Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya.
"Iya kan yah?" Ayahnya tersenyum,
"Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.
Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas .....
"Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.
Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata... Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un ....
Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan? Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya
Allahumma as aluka khusnul khootimah..
berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...
"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."
Amiin ya Allah.....

Qurban Terbaik

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku,dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti,sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail.
Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang,ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.
" Berapa harga kambing yang itu pak?" ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.
" Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.
" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi.
" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si pedagang bertahan.
" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama
" Maaf pak, masih jauh. " ujarnya cuek.
Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.
" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku
" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek
" Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?"ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.
" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri.Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput"kata si pedagang meledek.
Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu.Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil.Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya.Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.
" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian
" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah" katanya
Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi.Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.
" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum
" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek. " kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.
" Waduh mahal benar harganya?" kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan
" bisa di tawar-kan ya mas?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.
" Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malas meladeni.
" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas. " katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya.
Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.
" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.
Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi.Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek,kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.
" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan
" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih
" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagangyangcukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek
" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)
"Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya
" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya),sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti,InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)" jawabnya seraya tersenyum.
Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku.Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.
Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.
Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek.Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah,rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.
Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing.Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya Yang sanggup mengkoleksi “raket” hanya untuk olah-raga seminggu sekali Yang sanggup juga membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus.
Tapi apa yang aku pikirkan?Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di dunia fana.Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.
Hatiku tercabik-cabik... aku merasa menjadi manusia paling rendah saat ini, perlahan airmatapun menganak sungai di kedua bendungan mataku.
"Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu "
-----------------------
Idul Adha 1429 sudah di depan mata.......... Mari kita siapkan Qurban terbaik kita...
---------------------------
"Mulailah hari ini dengan senyum , salam dan sapa"

LIST DOKTER KANDUNGAN PEREMPUAN

Assalamu'alaikum...

Dear semua , berikut ada List tentang dokter kandungan perempuan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

LIST DOKTER KANDUNGAN PEREMPUAN

dr Puji Ichtiarti RS Hermina Bekasi Barat dan RS Hermina Jatinegara
dr Yenny Julizir Rs.Anna Bekasi (Suaminya dr. Anak dan sebagai pemilik RS. ANNA)
dr. Susi RS Rawamangun
dr. Lidya Liliana RS. Mitra Bekasi Barat
dr. Lina Meilina Pujiastuti SpOG RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
dr. Jenny Anggraeni RSIA Hermina Bekasi
dr. Nina Martini Somad RSIA Hermina Bekasi
dr.Hj. Lina Meilina Spog RS Mitra keluarga Bekasi Barat
dr. Sri Redjeki - RS Hermina, Klinik Bella, Klinik Alifia Perumnas III Bulak KapalBekasi
dr. Koesmaryati - Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur (Muslimah)
dr. Ariati RS. siloam cikarang
dr Santi (Marlisanti kalau gak salah) RS JMC Buncit Raya
dr Husna RS OMC Pulomasdr Ramayanti RSIA Putra Dalima , BSD Serpong
dr Hasna, dr.. (bisa dicek di website harapan kita) RS harapan kita
dr. Lita Lilik RS Mitra International jatinegara
dr Dwiyana Ocviayanti (Ocvi) RS Permata Cibubur
dr. Sri Lestari Praktek di RS International Bintaro dan RS Fatmawati.
dr. Rudiyanti RS International Bintaro. Praktek setiap hari 10:00-13:00 di RSIB.
dr. Wenny Ningsih RS.Honoris Tangerang (Perum Tmn modern Tangerang, dkt MetropolitanTown Square )
dr. Lucky Syafitri RSIA Eva Sari di Jl Rawa Mangun (Pramuka) Jak Pus dan RS ThamrinJakPus
dr. Suharyanti, Spog Praktek di RS. MMC dan RS Hermina Jatinegara
dr. Mutia Prayanti RS Hermina Depok
dr. Nelwati RS Hermina Depok
dr. Tazkiroh RS ISLAM JAKARTA, Jl. Cempaka putih Tengah I/1 Jakarta Pusat, Telp.(021) 4250451 - 42801567 (hunting) Fax. (021) 4206681
dr. Suharni Kahar, SpOG, dr. Isnariani, SpOG, dr. Hasnah Siregar RSIA Hermina Jatinegara
dr. Roslina Spog RSIA Trimitra Cibinong Jalan Raya Bogor, 1km selatan dari MatahariCibinong
dr. SUSAN MELINDA RSB.Limijati Bandung Jl RE Martadinata atau di Melinda Hospital ,Bandung Jl Pajajaran
dr. Sofie Kimia Farma Jl Juanda Bandung
dr. Dewi S Gaduh Hermina
dr. Laila Nurana SPOG Medistra dan Bunda
dr. Nana Agustina RS Bersalin Siaga Dua, Pejaten Barat
dr. Zanibar Aldy RS Malahayati Medan
dr. Ida Farida, SpOG RS Kramat 128 Jakpus dan RS Satyanegara, Sunter

Semoga bermanfaat terutama bagi rekan rekan akhwat yah ...
kl ada nama dokter yg belum tercantum mohon diupdate yah...

wassalamu'alaikum....
-bunda ayung-